EMOSI
- Biarkan dan berikan kesempatan anak Anda melakukan berbagai eksperimen, bermain, dan berinteraksi dengan anak sebayanya. Usia 2 tahun sering disebut sebagai awal usia “anak nakal” atau “anak suka melawan”. Hal ini terjadi karena anak Anda sedang belajar untuk memisahkan antara tindakan dan pikirannya. Pada usia ini, yang sering terjadi adalah ketika tubuhnya sedang melakukan sesuatu, pada saat yang sama pikirannya juga sedang bekerja. Anak anda akan bereksperimen dengan cara berkonflik/menentang dan kemudian mengerti apa yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati dengan ucapan, cara bereaksi, dan ungkapan emosi di depan anak Anda karena dia akan segera menirukannya.
- Katakan apa yang sedang dialami anak Anda ketika dia marah. Misalnya “Adik marah karena balok susunnya ambruk ya…”Karena belum tahu dan belum bisa cara mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, anak seusia ini sering mengekspresikannya dengan cara berteriak atau marah. Hal ini bisa bervariasi, tergantung pada temperamen anak Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu tanda-tanda kapan anak Anda kelihatan akan meluapkan rasa marahnya, apakah jika dia lapar, capek dan sebagainya. Dengan mengetahui dan mengurangi luapan amarahnya sehingga anak Anda semakin terlatih mengendalikan emosinya.
Jika anak Anda sedang marah atau tidak bisa mengendalikan dirinya, Anda harus tetap tenang. Dengan sikap tenang ini Anda akan merasa lebih aman dan sekaligus mempelajari dari Anda tentang cara mengendalikan diri.
Temperamen bawaan anak Andadan pengaruh lingkungannya akan membentuk jaringan di dalam otaknya, yang akhirnya membentuk jaringan didalam otaknya, yang akhirnya membentuk sifat personalitas diri anak Anda. - Jawab semua pertanyaan anak Anda dengan jujur. Luangkan waktu yang lebih banyak untuk bercakap-cakap dengannya. Jangan menipu atau memarahinya jika dia menanyakan hal-hal yang bagi Anda merupakan pertanyaan yang “tidak bermutu” atau menanyakan hal yang sama berulang-ulang dan terus-menerus. Anak Anda akan mulai ingin tahu segala yang ada disekelilingnya. Rasa ingin tahunya berkembang demikian besarnya sehingga Anda sering kewalahan menanggapinya. Jika Anda salah dalam memperlakukannya, misalnya dengan melarang atau memarahi anak Anda yang bertanya terus menerus, maka dia akan tidak berani bertanya lagi. Akibatnya, perkembangan jaringan otaknya akan terhambat.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Berikan mainan yang menarik gaya imajinasi,misalnya balok susun. Biarkan anak Anda memainkan mainannya sendiri, tetapi Anda menanyakan apa yang sedang dibuat atau dilkukannya. Bermain merupakan bagian yang terpenting bagi anak Anda untuk melatih seluruh kemampuannya. Walaupun anak Anda dibiarkan bermain sendiri, Anda tetap perlu mendampinginya. Jika ada hal-hal yang tidak dapat dilakukannya dan dia kelihatan mulai marah dan kesal,Anda harus segera membantunya.Kemampuan berimajinasi mambuat anak Anda berfikir abstrak. Yang dimaksud “berfikir abstrak” adalah kemampuan untuk berfikir atau melakukan visualisasi terhadap suatu konsep tanpa melihat langsung. Hal ini merupakan dasar kemampuan anak Anda terhadap bidang matematika,logika,dan kreatifitas.
- Berikan kesempatan anak Anda melakukan pekerjaan rumah ,seperti menyapu atau menyiapkan makan. Anak Anda sangat senang menirukan apa saja yang Anda lakukan dan sudah mengerti akan perintah sederhana. Kegiatan sehari-hari ini akan memberikan stimulasi dan kesempatan melakukan praktik kemampuan anak Anda, seperti membedakan menggunakan sendok kecil dan besar.
- Berikan kesempatan anak Anda untuk bermain bersama-sama dengan anak seusianya,baik di rumah teman Anda,playgroup,taman atau tempat lainnya. Pada usia ini anak Anda akan mulai senang bermain dengan orang lain. Hal ini sangat penting untuk mendorong kemampuan sosialnya.
- Mendekati usia tiga tahun ,tanyakan hal-hal yang telah dilakukan anak Anda sebelumnya. Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak Anda akan waktu dan hubungan sebab akibat.
INDERA
- Berikan kesempatan bagi anak untuk mencium berbagai macam bau , mencoba berbagai macam rasa seperti manis, asin, kecut,dan pahit. Memperdengarkan berbagai macam bunyi –bunyian dari suara binatang ,musik, suara kendaraan,atau suara lainnya. Menyentuh benda dingin,hangat, dan agak panas. Seluruh indera anak Anda sudah berkembang dengan baik,tetapi masih perlu terus dilatih dalam hal cara anak Anda mengungkapkannya dalam kata-kata.
KOORDINASI GERAKAN
- Ajak sang anak untuk bermain di luar ruangan seperti di Taman yang memungkinkan anak Anda berlari,melompat, atau memanjat. Pada usia dua tahun ini, anak Anda akan terlihat sangat aktif. Otot-ototnya akan terlihat semakin kuat dan gerakan tiap-tiap bagian tubuhnya semakin terkoordinasi dengan baik. Dengan semakin banyaknya jenis gerakan yang dilakukan dan semakin banyaknya anak Anda mampelajari hal-hal baru,otaknya akan semakin berkembang membentuk jaringan baru.
- Berikan stiker untuk kegiatan tempel menempel, menggunting kertas, mewarnai gambar, menggambar, dan menulis. Mendekati usia tiga tahun , anak Anda akan menyenangi permainan tersebut. Permainan ini membantu anak Anda mengontrol kemampuan motorik halusnya.
BAHASA
- Perbanyak waktu untuk bercakap-cakap dengan anak Anda di setiap kesempatan. Mintalah anak Anda untuk menjelaskan berbagai hal yang anda tanyakan. Ajak anak bermain “pura-pura” telepon-teleponan,masak-masakan,atau sekolah-sekolahan. Kemampuan komunikasi dan bahasa anak Anda akan meningkat cepat sekali dan semakin mampu mengombinasikan banyak kata dalam kalimat yang diucapkannya.
- Perjelas/perpanjang apa yang dikatakan oleh anak Anda. Miisalnya anak Anda mengatakan “Papa kantor”, Anda bisa mengucapkan ulang ‘’iya,papa mau pergi ke kantor.” Dengan cara ini,kemampuan bahasa anak Anda akan berkembang lebih cepat tanpa merasa bahwa ucapannya sedang dibetulkan oleh Anda.
EMOSI
- Ajaklah anak Anda memainkan permainan tentang berbagi dan bergantian dengan menggunakan mainan atau bendabersama anak Anda dan anggota keluarga yang lain. Pada usia ini, anak Anda akan semakin mengerti tentang keberadaan dirinya yang terpisah dari orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan “rasa memiliki”-nya yang sangat besar, misalnya menganggap bahwa semua mainan dan benda didepannya adalah miliknya. Perilaku ini sering disalahpahami sebagai sifat yang egois. Bermain saling berbagi dan bergantian mainan akan membantu pemahaman anak Anda mengenai pengendalian diri dan sosialisasi.
- Bantulah anak Anda mengungkapkan perasaannya ke dalam kata-kata. Pada usia ini, anak Anda mempunyai perasaan emosi yang cepat berubahdari waktu ke waktu. Pada saat sedang ceria bermain, tiba-tiba akan marah karena sedikit kegagalan dalam permainannya. Dengan mengetahui cara mengungkapkan emosinya, dia akan belajar cara mengendalikan dirinya.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Berikan anak Anda lingkungan yang aman dan nyaman untuk bermain dan bereksplorasi ditempat yang berbeda-beda seperti rumput, pasir, atau air. Pada usia ini, anak Anda akan mulai mengerti tentang symbol-simbol. Hal ini merupakan tanda berkembangnya otak anak Anda di bagian frontal, pariental dan temporal lobes. Untuk mendorong perkembangannya, anak Anda perlu mendapatkan stimulasi-stimulasi dan latihan gerakan dasar yang lebih banyak.
- Ajaklah anak Anda bermain “pura-pura” seperti telepon-teleponan, mobil-mobilan, masak-masakan atau lainnya. Mintalah anak Anda untuk menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Permainan berpura-pura juga merupakan satah satu stimulasi penting untuk menunjang hal-hal diatas. Dengan berpura-pura, daya imajinasinya akan berkembang dengan cepat. Dengan begitu, kemampuannya untuk menerima hal-hal yang abstrak akan terus tumbuh. Ingat , jangan mengajari apa yang sedang dilakukan anak Anda. Biarlah dia melakukannya seperti apa yang dipikirkannya.
KOORDINASI GERAKAN
- Ajak anak Anda bermain ditempat terbuka dan aman yang memungkinkan anak Anda bisa berlari, merangkak, melompat, atau memanjat. Untuk didalam rumah, bisa digelar kasur atau matras sehingga dia bisa berguling-guling. Memberikan penghalang seperti bantal yang ditumpuk untuk dinaiki atau dilompati akan membuat anak Anda lebih senang dan merasa “tertantang” untuk bisa melakukannya. Anak pada usia ini akan menjadi sangat energik. Gerakan motorik kasar berbagai fungsi tubuh sangat penting untuk perkembangannya. Anak Anda perlu melatih gerakan-gerakan yang sudah bisa dilakukannya, sekaligus dia akan menemukan gerakan-gerakan baru. Gerakan-gerakan ini akan memperkuat , mengordinasi, dan membentuk jaringan otak anak Anda. Selain itu, aktivitas ini akan memperkuat perkembangan otot-ototnya. Permainan ini juga akan berpengaruh pada perkembangan indera dan emosinya.
- Berikan mainan untuk menggambar seperti crayon dan buku tulis, balok-balok kecil, mobil-mobilan kecil, tanah liat, dan sejenisnya. Mintalah anak Anda untuk membuka sendiri buku (buku gambar karton/tebal) yang sedang dibaca bersama dengan Anda. Mainan ini akan membantu anak Anda mengembangkan kemampuan motorik halusnya, terutama untuk melatih control dan koordinasi jari tangannya. Perkembangan kemampuan motorik halus akan mendorong perkembangan fungsi jaringan sistem gerak di dalam otak.
- Mintalah anak Anda untuk melihat Anda menggambar, kemudian mintalah untuk menirukan gambar Anda. Observasi/memperhatikan dan menirukan adalah cara yang paling efektif untuk mengajarkan sesuatu kepada anak Anda.
BAHASA
- Dengarkan dan selalu coba untuk mengerti apa yang diucapkan oleh anak Anda dengan sabar. Jangan terlalu sering membantu (menggantikan) anak Anda mengatakan sesuatu kepada orang lain, tetapi biarkan anak Anda mencoba menyampaikannya sendiri. Kemampuan bahasa anak pada usia ini dipengaruhi oleh banyak factor, seperti sifatnya yang pemalu atau tidak pemalu ; maupun dilingkungan keluarga besar atau kecil. Stimulasi yang pernah diterima sebelumnya akan cukup berpengaruh terhadap kemampuan bicara/bahasa anak Anda. Dengan meningkatkan jumlah jaringan di dalam otak yang mengendalikan fungsi bahasa ini (disebut bagian Wernicke), jumlah perbendaharaan kata-kata baru anak Anda akan meningkat dengan cepat.
- Berbicaralah kepada anak Anda secara aktif, ulangi dan jelaskan apa yang diucapkannya, bacakan buku cerita setiap hari, dan gunakan bahasa sebagai alat permainan, bisa dalam bentuk nyanyian maupun puisi. Peran terpenting orangtua terhadap anak seusia ini adalah mendengarkan dan mengajaknya bicara. Pada usia ini, anak Anda sudah akan mulai menggabungkan 2 kata atau lebih dalam mengucapkan kalimat.
EMOSI- Ajarkan anak Anda bagaimana mengungkapkan perasaan seperti mengatasi rasa frustasi dalam bentuk ucapan, kata-kata, atau gerakan tubuh ; atau meminta tolong. Pada usia ini,berbagai fungsi tubuh anak Anda berkembang dengan cepat, sedangkan kemampuan bahasanya belum bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan, keinginan, dan emosinya dengan baik. Oleh sebab itu, peran Anda sebagai orang tua sangat penting dalam memahami tingkah lakunya yang sedang berkembang dan bagaimana dia menghadapi emosinya.
- Katakan dengan jelas kepada anak Anda tentang tingkahlakunya yang boleh dilakukannya. Jika anak Anda melakukan hal yang tidak baik dan Anda akan memarahinya, katakan dengan jelas Anda menyayanginya, tetapi tidak menyukai tindakannya. Katakan hal ini setiap kali anak Anda melakukan hal yang sama. Pada dasarnya, anak Anda sudah mengerti terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Namun, karena bagian otaknya yang berfungsi untuk mengendalikan “rasa ingi”-nya masih dalam tahap berkembang yang belum sempurna maka anak Anda kelihatan belum bisa diberitahu. Oleh sebab itu, stimulasi dengan ucapan yang benar dari Anda akan sangat membantunya untuk mengendalikan emosi dan tingkah lakunya.
- Berikan kesempatan anak Anda untuk memilih sesuatu dari beberapa hal yang Anda tawarkan. Misalnya, mau pakai baju warna merah atau biru. Mendorong anak Anda menentukan pilihannya sendiri akan membantunya belajar member ikan keputusan, yang mana hal ini akan menumbuhkan rasa mandirinya. Namun, pada usia ini, Anda masih harus membimbingnya dengan cara memilih dari hal-hal yang abstrak, seperti Anda hanya bilang mau pakai baju yang mana (sekedar bertanya).
- Beri anak Anda untuk mengalami kesalahan. Mengalami rasa frustasi merupakan salah satu bentuk belajar bagi anak Anda dalam mengatasi situasi yang sulit. Yang terpenting, pada saat Anda mengalami hal tersebut Anda berada didekatnya sehingga sewaktu-waktu anak Anda mencari pertolongan, dia merasa segera mendapatkannya.
- Ajak anak Anda bermain “petak –umpet” atau “cilukba”. Permainan ini member kesempatan kepada anak Anda untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cra meminta orang lain untuk menggendong atau mengajak bermain anak Anda. Sedikit demi sedikit, Anda coba meninggal kan anak Anda sebentar lalu kembali lagi. Pada usia 12-14 bulan anak Anda akan mengalalmi masa ketika hubungan emosinya dengan orang tuanya sangat erat sehingga dia mengalami masa ketakutan untuk berpisah dengan Anda. Hal ini bukanlah penyimpangan terhadap anak tapi justru menunjukkan bahwa otaknya mengendalikan fungsi emosi kini sedang berkembang. Memperlakukan anak dengan benar terhadap anak yang sedang berada di periode ini akan sangat membantu perkembangan emosi anak selanjutnya. Sebaliknya, ketidakmampuan orang tua melihat perkembangan emosi anaknya akan berakibat tidak baik pada kemampuan anak dalam mengendalikan emosinya di masa mendatang.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Berikan kesempatan pada anak Anda untuk melakukan kegiatan rutin yang menurutnya sudah bisa dilakukan sendiri, seperti makan dan minum. Pada usia 15 bulan anak Anda sudah menuntut untuk makan dan melakukan hal lain sendiri, anak Anda sedang memperlihatkan bahwa dirinya adalah seseorang yang terpisah dari orang lain dan mampu melakukan sesuatu hal tanpa pertolongan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa anak Anda sedang berkembang dan sedang belajar mandiri. Anak yang terlambat perkembangannya biasanya tidak menunjukkan perilaku seperti ini.
INDERA
- Memberikan mainan dengan beragam bentuk, ukuran, berat, maupun bahan. Tidak hanya mainan saja, tetapi juga berbagai benda yang digunakan sehari-hari. Katakannama benda tersebut. Selain itu, perdengarkan berbagai jenis music dan suara. Anak Anda akan terus mempelajari segala sesuatu yang ada sekelilingannya mengenai persamaan dan perbedaan disekelilingnya. Stimulasi yang dirasakan oleh tiap-tiap anak berbeda, jika anak Anda kelihatan “overstimulated” atau bosan ajaklah dia melakukan kegiatan lain atau pindah ketempat lain.
- Beri kesempatan anak Anda untuk berjalan tanpa alas kaki diatas bahan yang berbeda-beda seperti diatas rumput dengan embun paginya, diatas tanah, atau pasir. Hal ini memberikan stimulasi pada indera sentuhannya. Dengan semaanpa terlalu kin banyak hal berbeda yang dirasakannya, jaringan otaknya akan terbentuk semakin banyak dan kuat.
KOORDINASI GERAKAN
- Ajak anak Anda berjalan-jalan tanpa terlalu banyak membicarakan hal-hal yang ada disekeliling sesering mungkin. Berikan mainan yang dapat didorong atau ditarik, ajak ketempat bermain dimana anak Anda dapat memanjat atau merangkak. Mintalah anak Anda untuk mengambil mainan diruangan lainnya. Pada saat anak Anda sudah mulai bisa berjalan, kegiatan berjalan merupakan permainan yang paling menarik baginya. Berjalan merupakan langkah awal anak Anda untuk mempelajari gerakan lain yang jauh lebih rumit yang akan didapatnya selama tahun kedua kehidupannya.
BAHASA
- Bicaralah kepada anakAnda dengan bertatap muka pada ketinggian posisi mata yang sama ; Ucapkan kegiatan yang sedang dilakukan oleh anak Anda maupun Anda sendiri
Jelaskan hal-hal yang dilihat dan didengar oleh anak Anda disetiap kesempatan.
Tunjukkan rasa senang dan dengan sabar mencoba untuk mengerti apa yang sedang diucapkan oleh anak Anda. Pada awalnya memang tidak mudak berbicara dengannya, tetapi jangan mengatakan tidak tahu terhadap apa yang sedang dikatakan anak Anda.
Ajarkan anak Anda bicara dengan cara menyebutkan nama benda, misalnya “apel”. Kemudian mintalah ia untuk mengucapkan “apel” juga. Jangan memintanya untuk meneruskan ucapan Anda, seperti “a……..”, lalu anak Anda meneruskan “…pel”. Berbicara adalah bentuk stimulasi yang sangat penting karena bisa merangsang bagian-bagian otak yang mengendalikan pendengaran, bahasa, dan sosial/emosi secara bersama-sama. Dengan berbicara, Anda tidak saja membantu kemampuan berkomunikasi dan berpikir anak Anda, tetapi juga kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri. Selain suara yang dikeluarkan oleh anak Anda, hal terpenting dalam proses kemampuan bahasa adalah bahasa ekpresi dari anak Anda. Anak Anda mungkin belum bisa berbicara banyak sebagaimana anak usia sebayanya (dan hal ini membuat Anda sangat khawatir). Namun, yang terpenting adalah memperhatikan kemampuan non verbal anak Anda, apakah anak Anda mengerti apa yang Anda bicarakan atau tidak. Pada usia ini adalah suatu hal yang normal jika anak Anda lebih bisa mengerti apa yang disampaikan orang lain daripada kemampuannya untuk mengucapkan.
EMOSI- Pelajari untuk membaca tanda-tanda emosi yang sedang dialami oleh bayi Anda, kemudian katakan apa yang sedang dirasakan olehnya. Misalnya, “Adik sedang marah ya… karena ditinggal mama”. Mengekpresikan perasaan dengan ucapan akan melatih bayi Anda mengungkapkan emosinya ke dalam sebuah ucapan. Hal ini akan mencegah bayi Anda melakukan hal-hal agresif sebagaibentuk pengungkapan emosinya.
- Katakan kepada bayi Anda tentang apa yang baru saja dilakukannya dan juga apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Hal ini untuk mempersiapkan mental dan emosi bayi Anda tentang apa yang terjadi terhadap dirinya, sehingga dia merasa aman dan nyaman dengan apa yang dialaminya.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Perlambat kegiatan-kegiatan rutin, seperti menyuapi makan sehingga bayi Anda mempunyai kesempatan untuk mempelajari apa yang sedang dilakukannya. Sesuai dengan perkembangan otaknya, kegiatan rutin yang selama ini telah dilakukan akan mulai disadari sebagai kegiatan yang perlu dipelajari.
- Ajak bayi Anda bermain menebak benda yang disembunyikan. Hal ini dapat melatih daya ingat bayi Anda.
INDERA
- Berikan mainan yang memiliki beragam bentuk , ukuran, berat, atau bahan. Memberitahukan nama benda tersebut. Selain itu, memperdengarkan berbagai jenis music dan suara. Sebagai hasil dari stimulasi sebelumnya, pada usia ini bayi Anda mulai memperhatikan adanya benda-benda yang sama ataupun berlainan, tergantung dari indera yang digunakannya. Misalnya, benda yang bentuknya sama tetapi mengeluarkan uara yang berlainan.
KOORDINASI GERAKAN
- Letakkan mainanyang menarik ke dalam kotak besar di tempat yang agak jauh dari bayi Anda. Kemudian, mintalah bayi Anda untuk memasukkan mainannya ke dalam kotak, membuka kertas pembungkus, menyobek kertas, bermain bola, dan sejenisnya. Permainan ini melatih bayi Anda untuk menggunakan otot-ototnya, baik otot yang berfungsi terhadap gerak motorik kasar maupun motorik halus.
- Letakkan penghalang seperti bantal di depan bayi Anda. Kemudian mintalah bayi Anda merangkak melalui penghalang tersebut. Hal ini akan melatih percaya diri, kecepatan, dan ketangkasan bayi Anda.
BAHASA
- Bacakan buku bergambar sambil menunjuk dan mengucapkan gambar yang sedang dibaca tersebut dalam keadaan dimana Anda dan bayi Anda sedang rileks dan tenang. Mengatakan apa yang sedang Anda lakukan. Menyanyikan lagu secara berulang-ulang. Kemampuan bahasa bayi Anda berkembang dengan baik di dalam lingkungan yang selalu hangat dan nyaman. Dengan mengucapkan sambil menunjukkan gambarnya, bayi Anda akan belajar menghubungkan suara/ucapan dengan benda yang dimaksudkan.
- Hargai bayi Anda dengan menunjukkan rasa senang Anda terhadap usahanya untuk berkomunikasi. Karena merasa dihargai, bayi Anda akan selalu berusaha untuk mengucapkan apa yang sedang diinginkannya.
EMOSI- Tunjukkan rasa kasih sayang Anda dengan cara sering memeluk dan mencium bayi Anda. Berikan mainan yang mudah dipegang, serta aman digigit atau dilempar. Pada usia ini, bayi mulai mengerti tentang keberadaan dirinya sendiri, orang yang mengasihinya, serta orang yang asing bagi dirinya. Dengan rasa kasih sayang yang diterimanya, dia akan merasa aman dan nyaman terhadap lingkungannya.
- Bermain “petak-umpet” atau “cilukba”. Jika Anda berada diruangan lain, panggil namanya atau lambaikan tangan kepada bayi Anda. Memberikan pengertian bahwa orang atau benda atau benda yang dilihatnya (“hilang”) akan kembali lagi. Hal ini akan memberikan rasa aman pada bayi Anda sehingga perkembangan emosinya bisa tumbuh dengan baik.
- Tunjukkan rasa senang Anda dengan bertepuk tangan terhadap apa yang dilakukan oleh bayi Anda dan memintanya untuk mengulanginya. Memberikan pengertian bahwa dirinya dihargai oleh orang lain.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Lanjutan dan sesuaikan kegiatan rutin bayi Anda sesuai dengan perkembangannya secara konsisten. Pada usia ini, bayi Anda mulai berusaha menguasai kemampuan terhadap hal-hal yang dilakukannya. Oleh sebab itu, hindarkan keinginan untuk mempercepat setiap kegiatan seperti acara makan, mandi, bermain, berinteraksi dengan orang lain.
INDERA
- Amankan isi rumah dari hal-hal yang dapat membahayakan bayi Anda, seperti menyimpan barang-barang pecah-belah dan benda-benda kecil diluar jangkauan bayi Anda. Bayi Anda mulai mempelajari segala sesuatu di sekelilingnya dengan menggunakan seluruh indera yang dimilikinya. Dia mulai melatih ketangkasan dengan menjelajah sekelilingnya karena didorong oleh rasa ingin tahunya terhadap lingkungan.
- Berikan mainan yang bisa ditekan dan ditarik, mengeluarkan suara bervariasi, mempunyai bahan yang keras dan lunak, dan bentuk yang bervariasi pula. Berbagai jenis mainan ini akan merangsang pertumbuhan jaringan otak yang mengendalikan seluruh inderanya.
KOORDINASI GERAKAN
- Berikan latihan menggerakkan jari, tangan, dan kakinya dengan cara mengajaknya bermain di lantai yang bersih dan aman atau menari bersama-sama. Kemajuan kemampuan gerakan bayi Anda sangat dipengaruhi oleh perkembangan otak diusia sebelumnya. Sebaliknya, stimulasi gerakan pada usia ini juga akan mempengaruhi perkembangan otak selanjutnya.
- Memberikan kesempatan pada bayi Anda untuk menjelajah seluruh rumah. Sebelumnya, tentunya isi rumah sudah harus diamankan bagi bayi Anda sehingga mengurangi keinginan Anda untuk melarang bayi Anda menjelajahi sekeliling rumah. Membiarkan bayi Anda memuaskan rasa ingin tahunya akan sangat berpengaruh pada perkembangannya selanjutnya. Terlalu sering melarangnya akan menyebabkan bayi Anda stress, rasa keingintahuannya menurun, dan berakibat pada penurunan perkembangan otaknya.
- Latih bayi Anda untuk mulai merangkak dengan cara meletakkan mainan atau barang lain yang menarik (atau diri Anda sendiri) didepan bayi Anda (hampir berada dalam jangkauannya). Merangkak akan membantu memperkuat otot yang nantinya dipakai untuk berjalan.
BAHASA
- Tirukan suara yang sering diucapkan oleh bayi Anda, seolah-olah Anda mengajaknya bicara. Dengan mendengarkan suara yang sudah dikenalnya, bayi Anda akan terstimulasi untuk mengucapkan suara yang sama dan kemudian akan berkembang dengan kata-kata lain.
- Bacakan buku bergambar dengan suara yang agak keras, lalu mintalah bayi Anda untuk menunjuk gambar atau benda yang telah diketahuinya. Jangan menggunakan televise sebagai sarana untuk merangsang kemampuan bahasanya karena stimulasi yang efektif adalah komunikasi dua arah. Dengan memintanya aktif berbicara, kemampuan bahasanya akan berkembang dengan cepat.
EMOSI
- Banyaklah tersenyum, mengajak bicara, memberikan sentuhan kepada bayi, dan juga mendengarkan apa yang “dikatakan” bayi. Tunjukan pada bayi bahwa Anda menyayanginya. Hal ini akan memperkuat hubungan emosi Anda dengan bayi. Bayi akan belajar banayk tentang konsep emosi.
- Tenangkan bayi Anda ketika sedang rewel dan stress sehingga dapat membantu bayi Anda mengendalikan Emosinya.
- Bantu bayi Anda untuk mendapatkan sesuatu yang bisa dimasukkan ke mulutnya, misalnya jari tangannya. Bayi akan mengatasi rasa tidak nyaman atau stress pada dirinya dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Anda tidak perlu merasa terlalu risau jika bayi Anda pada usiaini sering memasukkan jarinya ke dalam mulut, namun Anda juga perlu mencari tahu apa yang membuat bayi Anda tidak nyaman.
KEBIASAAN dan RUTINITAS
- Buat jadwal tidur yang tetap untuk waktu makan, mandi, tidur siang, atau tidur malam. Dengan membuat kegiatan yang bisa diprediksioleh bayi Anda, dia akan merasa aman dan nyaman. Hal ini akan memberikan pengaruh besar pada kemampuan mentalnya, yang selanjutnya akan membantu perkembangan seluruh inderanya.
- Berikan kegiatan bermain yang berulang-ulang dengan urutan yang sama, misalnya permainan “cilukba”. Bayi belajar segala sesuatu melalui pengulangan. Permainan deran urutan yang sama seperti “cilukba” akan merangsang kemampuan bayi Anda untuk mengantisipasi dan memprediksi hal yang akan terjadi selanjutnya. Kurangnya kemampuan bayi untuk mengantisiapasi dan memprediksi hal yang akan terjadi akan membuat bayi Anda mudah stress.
INDERA
- Tunjukkan buku gambar atau benda lain yang berwarna kontras. Untuk menarik perhatian bayi Anda, gerakkan gambar tersebut ke kiri dan ke kanan, lalu ke atas dan ke bawah. Hal ini dapat merangsang perkembangan kemampuan penglihatan dan memperkuat saraf penglihatan bayi.
- Perhatikan berbagai jenis music, dari lagu anak-anak sampai dengan music klasik, dengan volume suara yang tidak terlalu keras supaya pendengarannya tidak terlalu “overstimulated”. Menarilah bersama-sama dengan bayi Anda. Selain merangsang kemampuan penglihatan, hal ini juga akan meningkatkan kemampuan bahasa bayi Anda. Jangan menggunakan televise untuk merangsang kemampuan bahasa karena gerakan gambar di televise kebanyakan terlalu cepat untuk bayi pada usia ini sehingga mengakibatkan “overstimulated” dan stess pada bayi.
- Perkenalkan berbagai jenis mainan yang bentuknya bermacam-macam dan dengan bahan bervariasi pula, dari yang paling lembut seperti boneka berbulu sampai dengan permainan balok susun yang keras, atau yang bisa mengeluarkan suara. Biarkan bayi Anda bermain dengan sebuah mainan dalam beberapa hari sebelum Anda memberikan jenis mainan yang lain. Jenis mainan yang bermacam-macam ini akan menstimulasi beberapa indera seperti penglihatan, sentuhan, dan pendengaran secara bersama-sama, yang mana hal ini akan sangat membantu perkembangan kemampuan koordinasi berbagai fungsi tubuh bayi Anda.
KOORDINASI GERAKAN
- Ajaklah bayi Anda bermain di atas lantai yang bersih yang memungkinkan bayi Anda bergerak, termasuk membuat kepalanya bergerak/melihat ke bawah dan ke atas. Melatih bayi Anda untuk bergerak kesana dan kemari dengan menggunakan otot tangan dan kaki, merangsang kekuatan leher, dan juga berinteraksi dengan Anda.
- Letakkan mainan yang menarik/berwarna-warni --tidak keras dan tidak terlalu besar-- sedikit agak jauh dari jangkauan bayi Anda dan memintanya untuk mengambil mainan tersebut. Merangsang koordinasi gerakan tangan bayi Anda dalam genggaman. Stimulasi ini bisa juga digunakan untuk membantu bayi Anda membalikkan badan.
BAHASA
- Bacakan buku bergambar dengan suara yang agak keras, nyanyikan lagu, serta ajaklah bayi Anda berbicara. Tunjukkan rasa senang Anda jika bayi Anda mengeluarkan kata-kata dan tirukanlah apa yang “dikatakan” oleh bayi Anda. Dengan mendengarkan banyak kata dan bahasa, bagian otak yang mengendalikan fungsi bahasa akan terstimulasi.
KEAMANAN- Tahan kepala dan leher bayi ketika mengangkatnya untuk melindungi saraf sensitif dan tulang belakang yang menghubungkan otak dengan badan dibagian leher.
- Jangan menggoyang dan mengayun bayi terlalu keras dengan mengangkat /melempar bayi keatas untuk melindungi otak dari benturan terhadap tengkorak kepala.
- Tengkurapkan bayi dalam waktu yang tidak terlalu lama, sambil tetap diawasi. Hal ini untuk merangsang kekuatan otot lehernya dan juga akan mempengaruhi pertumbuhan jaringan otaknya.
INDERA
- Lakukan kontak mata langsung dan dekatkan wajah anda kepada bayi sesering mungkin. Selain itu gerakkan kepala Anda ke kanan dan ke kiri, atas-bawah secara pelan-pelan (catatan : bayi pada usia ini dapat melihat dengan jelas pada jarak sekitar 40 cm) karena bayi sangat menyukai wajah orang. Dengan stimulasi ini, kemampuan indera penglihatan akan berkembang lebih baik.
- Panggillah temam-teman atau saudara Anda untuk datang ke rumah Anda. Dapat juga, Anda yang mendatangi mereka bersama bayi Anda. Bayi Anda mulai belajar mengenal wajah orang lain selain Anda dan orang yang selalu berada di rumah Anda. Hal ini penting bagi bayi sebagai langkah awal bersosialisasi dengan orang lain.
- Ajak bayi berbicara, mendengarkan berbagai macam suara seperti lagu dan music serta membacakan buku. Jawab “ajakan bicara” bayi Anda dengan meniru suara yang dikeluarkan oleh bayi Anda. Hal ini dapat merangsang kemampuannya dalam berkomunikasi, berbahasa, dan mendengarkan.
- Berikan banyak sentuhan dengan cara sering memeluk bayi, menggendong dan sejenisnya. Karena hal ini dapat memberikan rasa aman dan menunjukkan rasa kasih sayang Anda kepada bayi.
- Tanggapi tangisan bayi dengan cepat. Jika bayi menangis, periksalah apa yang membuat bayi Anda tidak nyaman, seperti lapar atau popok basah. Jangan terlalu cepat beranggapan bahwa bayi Anda hanya mencari perhatian dengan tangisannya. Dengan memenuhi kebutuhan bayi Anda dengan segera, hal ini akan mengajarkan kepada bayi Anda bahwa dia sangat bearti bagi Anda.
- Lakukan hal-hal diatas hanya ketika bayi Anda mau menerimanya. Hentikan atau rubah kegiatan bermain jika bayi Anda terlihat mulai bosan. Terlalu banyak stimulasi tidak membantu, tetapi justru menghambat perkembangan otak bayi Anda.