PROMO BULAN MARET 2009

BAGI ANDA SEKALIAN YANG BERGABUNG DENGAN KAMI DI BULAN INI, KAMI BERIKAN PROMO BEBAS UANG PANGKAL AYO SEGERA DAFTARKAN PUTRAPUTRI ANDA PADA MUTIARAKASIH SCHOOL

Selasa, 28 Oktober 2008

Sabtu, 27 September 2008

Memupuk Minat Baca Pada Anak

Kebanyakan orang tua menuntut anak agar gemar membaca, tetapi mereka seakan-akan tidak tahu bahwa minat membaca itu tidaklah tumbuh dengan sendirinya. Lingkungan rumah amat berpengaruh dalam memunculkan minat baca pada anak. Untuk itulah, peran orang tua sejak sedini mungkin amat penting dalam membentuk lingkungan yang mengundang minat membaca pada anak. Bagaimanakah menciptakan lingkungan yang mengundang minat membaca pada anak?

Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun
Dua sampai tiga tahun pertama dalam kehidupan anak adalah mesa perkembangan anak yang paling cepat. Dimulai pada masa ini pula ( usia 1-3 taaun ) anak, melalui sistemnya, melihat jelas efek dari bahaya yang digunakan oleh orang sekitarnya, melihat jelas adanya asosiasi yang dibuat dengan bahasa dan sikap-sikap orang di lingkungan terhadap pemahaman yang dibuatnya.
Antara usia 1-3 tahun, anak memperoleh banyak hal dari lingkungan melalui apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasakan, mereka dengar, dan juga mereka cium. Kesemuanya ini merupakan substansi dari proses intelektual anak. Dengan demikian, yang paling disarankan pada anak di tiga tahun pertama kehidupan adalah memenuhi rasa ingin tahu dan memenuhi hasrat penjelajahannya dengan cara memberikan rangsangan.
Pada usia dua tahun, anak mampu”menyulap”gambaran mental yang ada di dalam otak. Manipulasi mental terhadap objek dapat dibuat tanpa hadirnya objek itu segera. Jadi, di akhir usia dua tahun, anak mulai mengembangkan proses mental atau kognitifnya. Hal ini disebut Semiotic function yang dapat diartikan sebagai kemampuan anak usia 2-4 tahun dalam membuat symbol, atau objek lainnya yang ada. Jadi, berarti pula anak saat ini mampu menyebutkan segala sesuatu yang telah dialaminya.

Teori Tentang Membaca
Sebelum pandai membaca, seorang anak harus mengerti dulu huruf. Sesudah ia mengenal huruf, barulah ia belajar merangkaikan huruf menjadi kata-kata yang berarti. Pda akhirnya, anak memahami suatu kalimat secara keseluruhan.
Budihasti (1983) mengitip pendapat Gray (dalam Dalman,1974) menyebutkan beberapa komponen membaca, yaitu:

1. Pengenalan kata-kata
Di sini penekanannya pada pengenalan persamaan antara apa yang diucapkan dan ditulis sebagai symbol, istilahnya decoding.
2. Pengertian
Selain mengenali symbol dan dapat mengucapkan, dalam membaca yang terpenting adalah mengerti apa yang dibaca.
3. Reaksi
Diharapkan ada reaksi terhadap hal yang dibaca.
4. Penggabungan
Asimilasi ide-ide yang dihadapkan dari mereka dengan pengalaman si pembaca di masa lalu.

Menurut Thomson (1970) yang dikutip Budihastuti (1983), waktu yang paling tepat untuk belajar membaca adalah saat anak duduk di TK. Pada masa ini rasa ingin tahu anak berkembang sehingga anak banyak melonarkan pertanyaan-pertanyaan.
Anak agar menaruh perhatian dan penghargaan terhadap buku. Maka pada masa kanak-kanak awal ini anak dilatih bagaimana cara memegang buku, membuka halaman, mengenal gambar dan mengembalikan buku pada tempatnya.

Tahap Perkembangan Minat Baca
Yaumil Achir menguraikan dengan jelas perkembangan minat membaca pada anak sebagai berikut:
· Usia 1-3 Tahun
Pada usia 1-3 tahun anak cenderung merobek kertas, untk itu dianjurkan agar buku yang digunakan adalah dari plastic atau bahan kain yang selain kuat, tidak mudah rusak juga dapat dicuci, sedangkan untuk isi bacaannya disarankn yang setiap halamannya hanya mengandung satu macam benda berikut namanya. Benda dan namanya dalam format besar dengan warna yang cerah.
Cara lain yang cukup efektif adalah melalui gambar-gambar iklan, baik yang ada di majalah maupun d papan iklan di jalan-jalan. Biasanya, gambar iklan dibuat dengan huruf yang jelas dan besar-besar serta memakai warna yang mencolok. Untuk itu, pilihlah majalah atau Koran yang sudah tidak terpakai. Anak pasti senang, gembira serta antusias belajar mengenal huruf dari majalah dan koran sebab merasa dilibatkan dalam dunia orang dewasa tanpa takut dimarahi kalau itu, ibu atau ayah senantiasa ada di samping anak. Pemberiaan reward amat efektif dan paling dianjurkan agar anak tetap terangsang bermain mencari huruf pada iklan-iklan tersebut ataupun buku yang dimilikinya.

· Usia 3-5 Tahun
Buku untuk anak di atas usia tiga tahun sudah bisa dengan beberapa kata (kalimat) yang merupakan gagasan. Namun tetap dengan ilustrasi gambar yang menarik, warna yang ceria serta fomat yang besar.
Usia 3-5 tahun ank sudah duduk di Taman Kanak-Kanak. Pengalaman mereka relatif lebih banyak, demikian pula penguasaan bahasa jauh lebih baik. Sebab itu, bacaan yang diberikan bisa agak panjang. Dengan jangka konsentari yang sudah lebih panjang. Dengan jangka konsentrasi yang sudah lebih panjang, jenis bacaan bagi anak pun lebih banyak memikat gagasan yang sedikit kompleks.
Sebaliknya, kita dituntut membaca parsis sesuai dengan bahasa dalam buku. Hal ini ada baiknya, sebab anak akan mendengar langsung bahasa yang baik. Di samping itu, anak pun diperluas dan diperkaya kosa katanya melalui buku tersebut. Jenis cerita yang digemari untuk anak adalah yang bersifat fancy. Sebaiknya, ukuran buku (format) kurang lebih 21,0 x 29,7cm.

APA YANG ANAK-ANAK INGIN ORANGTUANYA TAHU

Ajari aku untuk mencintai dan menyanyangi diri sendiri
Lewat keteladananmu yang positif
Aku akan belajar dari semua tindakanmu
Dan tumbuh dengan memiliki perhatian diri yang baik.

Perhatikan aku selalu,
Bergembiralah atas kehadiranku.
Aku akantumbuh dengan mengetahui bahwa aku istimewa
Dan membantu orang lain merasakan hal yang sama.

Dengarkan aku dengan empati,
Miliki hati yang terbuka dan penyayang.
Aku akan tahu bahwa aku dilihat dan didengar,
Dan tumbuh menjadi pendengar yang baik.

Seringlah tertawa dan bergembira bersamaku,
Jadilah penyayang setiap hari.
Aku akan bermain dan menikmati hidupku,
Dan membawa lebih banyak kebahagiaan kepada sesama.

Akuilah diriku selalu,
Dan katakana ketika kau menghargai aku.
Aku akan tahu bahwa aku berharga,
Dan belajar untuk mengakui orang lain.

Ajari aku disiplin,
Dan perbaiki aku dengan kelembutan.
Akan kujalani hidup dengan penuh martabat,
Dengan rasa bangga terhadap harga diri.

Berilah aku ruang untuk tumbuh,
Untuk melakukan kesahahan dan berpendapat.
Aku akan belajr mandiri,
Dan mempercayai penilaianku sendiri.
Tetapkanlah minat untuk belajar,
Dan ikutilah impianmu.
Aku akan mengikuti semangatmu,
Dan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.

Jujur dan tuluslah,
Serta jalani nilai-nilai tertinggi dalam hidupmu.
Aku akan belajar dari pengalamanmu,
Dan tumbuh dengan rasa integritas.

Ajari aku untuk melayani,
Dan menghormati perbedaan orang lain.
Aku akan belajar bermurah hati,
Dan merangkul semua jalan kehidupan.

Fokuslah pada apa yang berjalan dengan benar,
Dan miliki kepercayaan di saat-saat sulit.
Aku akan belajar menjadi optimis,
Dan bersyukur setiap hari.

Cintai aku dangan tulus,
Di saat suka dan dukaku.
Aku akan tahu bahwa aku dicintai,
Dan membawa lebih banyak cinta kepada dunia.


DIANA LOOMAS DAN JULIA GODOY

Kamis, 25 September 2008

Pizza Maker on Papa Ron's

Tanggal 24 September, MUTIARA KASIH outing ke Papa Ron's Pizza. Murid-murid di ajarkan bagaimana cara membuat pizza mulai dari pembutan adonan, pemberian toping hingga proses pembakaran.





Selasa, 23 September 2008

Stimulasi Penting Berdasarkan Usia (24-36 Bulan)

EMOSI
  1. Biarkan dan berikan kesempatan anak Anda melakukan berbagai eksperimen, bermain, dan berinteraksi dengan anak sebayanya. Usia 2 tahun sering disebut sebagai awal usia “anak nakal” atau “anak suka melawan”. Hal ini terjadi karena anak Anda sedang belajar untuk memisahkan antara tindakan dan pikirannya. Pada usia ini, yang sering terjadi adalah ketika tubuhnya sedang melakukan sesuatu, pada saat yang sama pikirannya juga sedang bekerja. Anak anda akan bereksperimen dengan cara berkonflik/menentang dan kemudian mengerti apa yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati dengan ucapan, cara bereaksi, dan ungkapan emosi di depan anak Anda karena dia akan segera menirukannya.
  2. Katakan apa yang sedang dialami anak Anda ketika dia marah. Misalnya “Adik marah karena balok susunnya ambruk ya…”Karena belum tahu dan belum bisa cara mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, anak seusia ini sering mengekspresikannya dengan cara berteriak atau marah. Hal ini bisa bervariasi, tergantung pada temperamen anak Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu tanda-tanda kapan anak Anda kelihatan akan meluapkan rasa marahnya, apakah jika dia lapar, capek dan sebagainya. Dengan mengetahui dan mengurangi luapan amarahnya sehingga anak Anda semakin terlatih mengendalikan emosinya.

    Jika anak Anda sedang marah atau tidak bisa mengendalikan dirinya, Anda harus tetap tenang. Dengan sikap tenang ini Anda akan merasa lebih aman dan sekaligus mempelajari dari Anda tentang cara mengendalikan diri.
    Temperamen bawaan anak Andadan pengaruh lingkungannya akan membentuk jaringan di dalam otaknya, yang akhirnya membentuk jaringan didalam otaknya, yang akhirnya membentuk sifat personalitas diri anak Anda.
  3. Jawab semua pertanyaan anak Anda dengan jujur. Luangkan waktu yang lebih banyak untuk bercakap-cakap dengannya. Jangan menipu atau memarahinya jika dia menanyakan hal-hal yang bagi Anda merupakan pertanyaan yang “tidak bermutu” atau menanyakan hal yang sama berulang-ulang dan terus-menerus. Anak Anda akan mulai ingin tahu segala yang ada disekelilingnya. Rasa ingin tahunya berkembang demikian besarnya sehingga Anda sering kewalahan menanggapinya. Jika Anda salah dalam memperlakukannya, misalnya dengan melarang atau memarahi anak Anda yang bertanya terus menerus, maka dia akan tidak berani bertanya lagi. Akibatnya, perkembangan jaringan otaknya akan terhambat.

KEBIASAAN dan RUTINITAS

  1. Berikan mainan yang menarik gaya imajinasi,misalnya balok susun. Biarkan anak Anda memainkan mainannya sendiri, tetapi Anda menanyakan apa yang sedang dibuat atau dilkukannya. Bermain merupakan bagian yang terpenting bagi anak Anda untuk melatih seluruh kemampuannya. Walaupun anak Anda dibiarkan bermain sendiri, Anda tetap perlu mendampinginya. Jika ada hal-hal yang tidak dapat dilakukannya dan dia kelihatan mulai marah dan kesal,Anda harus segera membantunya.Kemampuan berimajinasi mambuat anak Anda berfikir abstrak. Yang dimaksud “berfikir abstrak” adalah kemampuan untuk berfikir atau melakukan visualisasi terhadap suatu konsep tanpa melihat langsung. Hal ini merupakan dasar kemampuan anak Anda terhadap bidang matematika,logika,dan kreatifitas.
  2. Berikan kesempatan anak Anda melakukan pekerjaan rumah ,seperti menyapu atau menyiapkan makan. Anak Anda sangat senang menirukan apa saja yang Anda lakukan dan sudah mengerti akan perintah sederhana. Kegiatan sehari-hari ini akan memberikan stimulasi dan kesempatan melakukan praktik kemampuan anak Anda, seperti membedakan menggunakan sendok kecil dan besar.
  3. Berikan kesempatan anak Anda untuk bermain bersama-sama dengan anak seusianya,baik di rumah teman Anda,playgroup,taman atau tempat lainnya. Pada usia ini anak Anda akan mulai senang bermain dengan orang lain. Hal ini sangat penting untuk mendorong kemampuan sosialnya.
  4. Mendekati usia tiga tahun ,tanyakan hal-hal yang telah dilakukan anak Anda sebelumnya. Hal ini penting untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak Anda akan waktu dan hubungan sebab akibat.

INDERA

  1. Berikan kesempatan bagi anak untuk mencium berbagai macam bau , mencoba berbagai macam rasa seperti manis, asin, kecut,dan pahit. Memperdengarkan berbagai macam bunyi –bunyian dari suara binatang ,musik, suara kendaraan,atau suara lainnya. Menyentuh benda dingin,hangat, dan agak panas. Seluruh indera anak Anda sudah berkembang dengan baik,tetapi masih perlu terus dilatih dalam hal cara anak Anda mengungkapkannya dalam kata-kata.

KOORDINASI GERAKAN

  1. Ajak sang anak untuk bermain di luar ruangan seperti di Taman yang memungkinkan anak Anda berlari,melompat, atau memanjat. Pada usia dua tahun ini, anak Anda akan terlihat sangat aktif. Otot-ototnya akan terlihat semakin kuat dan gerakan tiap-tiap bagian tubuhnya semakin terkoordinasi dengan baik. Dengan semakin banyaknya jenis gerakan yang dilakukan dan semakin banyaknya anak Anda mampelajari hal-hal baru,otaknya akan semakin berkembang membentuk jaringan baru.
  2. Berikan stiker untuk kegiatan tempel menempel, menggunting kertas, mewarnai gambar, menggambar, dan menulis. Mendekati usia tiga tahun , anak Anda akan menyenangi permainan tersebut. Permainan ini membantu anak Anda mengontrol kemampuan motorik halusnya.

BAHASA

  1. Perbanyak waktu untuk bercakap-cakap dengan anak Anda di setiap kesempatan. Mintalah anak Anda untuk menjelaskan berbagai hal yang anda tanyakan. Ajak anak bermain “pura-pura” telepon-teleponan,masak-masakan,atau sekolah-sekolahan. Kemampuan komunikasi dan bahasa anak Anda akan meningkat cepat sekali dan semakin mampu mengombinasikan banyak kata dalam kalimat yang diucapkannya.
  2. Perjelas/perpanjang apa yang dikatakan oleh anak Anda. Miisalnya anak Anda mengatakan “Papa kantor”, Anda bisa mengucapkan ulang ‘’iya,papa mau pergi ke kantor.” Dengan cara ini,kemampuan bahasa anak Anda akan berkembang lebih cepat tanpa merasa bahwa ucapannya sedang dibetulkan oleh Anda.

Stimulasi Penting Berdasarkan Usia (18-24 Bulan)

EMOSI
  1. Ajaklah anak Anda memainkan permainan tentang berbagi dan bergantian dengan menggunakan mainan atau bendabersama anak Anda dan anggota keluarga yang lain. Pada usia ini, anak Anda akan semakin mengerti tentang keberadaan dirinya yang terpisah dari orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan “rasa memiliki”-nya yang sangat besar, misalnya menganggap bahwa semua mainan dan benda didepannya adalah miliknya. Perilaku ini sering disalahpahami sebagai sifat yang egois. Bermain saling berbagi dan bergantian mainan akan membantu pemahaman anak Anda mengenai pengendalian diri dan sosialisasi.
  2. Bantulah anak Anda mengungkapkan perasaannya ke dalam kata-kata. Pada usia ini, anak Anda mempunyai perasaan emosi yang cepat berubahdari waktu ke waktu. Pada saat sedang ceria bermain, tiba-tiba akan marah karena sedikit kegagalan dalam permainannya. Dengan mengetahui cara mengungkapkan emosinya, dia akan belajar cara mengendalikan dirinya.

KEBIASAAN dan RUTINITAS

  1. Berikan anak Anda lingkungan yang aman dan nyaman untuk bermain dan bereksplorasi ditempat yang berbeda-beda seperti rumput, pasir, atau air. Pada usia ini, anak Anda akan mulai mengerti tentang symbol-simbol. Hal ini merupakan tanda berkembangnya otak anak Anda di bagian frontal, pariental dan temporal lobes. Untuk mendorong perkembangannya, anak Anda perlu mendapatkan stimulasi-stimulasi dan latihan gerakan dasar yang lebih banyak.
  2. Ajaklah anak Anda bermain “pura-pura” seperti telepon-teleponan, mobil-mobilan, masak-masakan atau lainnya. Mintalah anak Anda untuk menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Permainan berpura-pura juga merupakan satah satu stimulasi penting untuk menunjang hal-hal diatas. Dengan berpura-pura, daya imajinasinya akan berkembang dengan cepat. Dengan begitu, kemampuannya untuk menerima hal-hal yang abstrak akan terus tumbuh. Ingat , jangan mengajari apa yang sedang dilakukan anak Anda. Biarlah dia melakukannya seperti apa yang dipikirkannya.

KOORDINASI GERAKAN

  1. Ajak anak Anda bermain ditempat terbuka dan aman yang memungkinkan anak Anda bisa berlari, merangkak, melompat, atau memanjat. Untuk didalam rumah, bisa digelar kasur atau matras sehingga dia bisa berguling-guling. Memberikan penghalang seperti bantal yang ditumpuk untuk dinaiki atau dilompati akan membuat anak Anda lebih senang dan merasa “tertantang” untuk bisa melakukannya. Anak pada usia ini akan menjadi sangat energik. Gerakan motorik kasar berbagai fungsi tubuh sangat penting untuk perkembangannya. Anak Anda perlu melatih gerakan-gerakan yang sudah bisa dilakukannya, sekaligus dia akan menemukan gerakan-gerakan baru. Gerakan-gerakan ini akan memperkuat , mengordinasi, dan membentuk jaringan otak anak Anda. Selain itu, aktivitas ini akan memperkuat perkembangan otot-ototnya. Permainan ini juga akan berpengaruh pada perkembangan indera dan emosinya.
  2. Berikan mainan untuk menggambar seperti crayon dan buku tulis, balok-balok kecil, mobil-mobilan kecil, tanah liat, dan sejenisnya. Mintalah anak Anda untuk membuka sendiri buku (buku gambar karton/tebal) yang sedang dibaca bersama dengan Anda. Mainan ini akan membantu anak Anda mengembangkan kemampuan motorik halusnya, terutama untuk melatih control dan koordinasi jari tangannya. Perkembangan kemampuan motorik halus akan mendorong perkembangan fungsi jaringan sistem gerak di dalam otak.
  3. Mintalah anak Anda untuk melihat Anda menggambar, kemudian mintalah untuk menirukan gambar Anda. Observasi/memperhatikan dan menirukan adalah cara yang paling efektif untuk mengajarkan sesuatu kepada anak Anda.

BAHASA

  1. Dengarkan dan selalu coba untuk mengerti apa yang diucapkan oleh anak Anda dengan sabar. Jangan terlalu sering membantu (menggantikan) anak Anda mengatakan sesuatu kepada orang lain, tetapi biarkan anak Anda mencoba menyampaikannya sendiri. Kemampuan bahasa anak pada usia ini dipengaruhi oleh banyak factor, seperti sifatnya yang pemalu atau tidak pemalu ; maupun dilingkungan keluarga besar atau kecil. Stimulasi yang pernah diterima sebelumnya akan cukup berpengaruh terhadap kemampuan bicara/bahasa anak Anda. Dengan meningkatkan jumlah jaringan di dalam otak yang mengendalikan fungsi bahasa ini (disebut bagian Wernicke), jumlah perbendaharaan kata-kata baru anak Anda akan meningkat dengan cepat.
  2. Berbicaralah kepada anak Anda secara aktif, ulangi dan jelaskan apa yang diucapkannya, bacakan buku cerita setiap hari, dan gunakan bahasa sebagai alat permainan, bisa dalam bentuk nyanyian maupun puisi. Peran terpenting orangtua terhadap anak seusia ini adalah mendengarkan dan mengajaknya bicara. Pada usia ini, anak Anda sudah akan mulai menggabungkan 2 kata atau lebih dalam mengucapkan kalimat.

Senin, 22 September 2008

Stimulasi Penting Berdasarkan Usia (12-18 Bulan)

EMOSI
  1. Ajarkan anak Anda bagaimana mengungkapkan perasaan seperti mengatasi rasa frustasi dalam bentuk ucapan, kata-kata, atau gerakan tubuh ; atau meminta tolong. Pada usia ini,berbagai fungsi tubuh anak Anda berkembang dengan cepat, sedangkan kemampuan bahasanya belum bisa digunakan untuk mengungkapkan perasaan, keinginan, dan emosinya dengan baik. Oleh sebab itu, peran Anda sebagai orang tua sangat penting dalam memahami tingkah lakunya yang sedang berkembang dan bagaimana dia menghadapi emosinya.
  2. Katakan dengan jelas kepada anak Anda tentang tingkahlakunya yang boleh dilakukannya. Jika anak Anda melakukan hal yang tidak baik dan Anda akan memarahinya, katakan dengan jelas Anda menyayanginya, tetapi tidak menyukai tindakannya. Katakan hal ini setiap kali anak Anda melakukan hal yang sama. Pada dasarnya, anak Anda sudah mengerti terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Namun, karena bagian otaknya yang berfungsi untuk mengendalikan “rasa ingi”-nya masih dalam tahap berkembang yang belum sempurna maka anak Anda kelihatan belum bisa diberitahu. Oleh sebab itu, stimulasi dengan ucapan yang benar dari Anda akan sangat membantunya untuk mengendalikan emosi dan tingkah lakunya.
  3. Berikan kesempatan anak Anda untuk memilih sesuatu dari beberapa hal yang Anda tawarkan. Misalnya, mau pakai baju warna merah atau biru. Mendorong anak Anda menentukan pilihannya sendiri akan membantunya belajar member ikan keputusan, yang mana hal ini akan menumbuhkan rasa mandirinya. Namun, pada usia ini, Anda masih harus membimbingnya dengan cara memilih dari hal-hal yang abstrak, seperti Anda hanya bilang mau pakai baju yang mana (sekedar bertanya).
  4. Beri anak Anda untuk mengalami kesalahan. Mengalami rasa frustasi merupakan salah satu bentuk belajar bagi anak Anda dalam mengatasi situasi yang sulit. Yang terpenting, pada saat Anda mengalami hal tersebut Anda berada didekatnya sehingga sewaktu-waktu anak Anda mencari pertolongan, dia merasa segera mendapatkannya.
  5. Ajak anak Anda bermain “petak –umpet” atau “cilukba”. Permainan ini member kesempatan kepada anak Anda untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cra meminta orang lain untuk menggendong atau mengajak bermain anak Anda. Sedikit demi sedikit, Anda coba meninggal kan anak Anda sebentar lalu kembali lagi. Pada usia 12-14 bulan anak Anda akan mengalalmi masa ketika hubungan emosinya dengan orang tuanya sangat erat sehingga dia mengalami masa ketakutan untuk berpisah dengan Anda. Hal ini bukanlah penyimpangan terhadap anak tapi justru menunjukkan bahwa otaknya mengendalikan fungsi emosi kini sedang berkembang. Memperlakukan anak dengan benar terhadap anak yang sedang berada di periode ini akan sangat membantu perkembangan emosi anak selanjutnya. Sebaliknya, ketidakmampuan orang tua melihat perkembangan emosi anaknya akan berakibat tidak baik pada kemampuan anak dalam mengendalikan emosinya di masa mendatang.

KEBIASAAN dan RUTINITAS

  1. Berikan kesempatan pada anak Anda untuk melakukan kegiatan rutin yang menurutnya sudah bisa dilakukan sendiri, seperti makan dan minum. Pada usia 15 bulan anak Anda sudah menuntut untuk makan dan melakukan hal lain sendiri, anak Anda sedang memperlihatkan bahwa dirinya adalah seseorang yang terpisah dari orang lain dan mampu melakukan sesuatu hal tanpa pertolongan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa anak Anda sedang berkembang dan sedang belajar mandiri. Anak yang terlambat perkembangannya biasanya tidak menunjukkan perilaku seperti ini.

INDERA

  1. Memberikan mainan dengan beragam bentuk, ukuran, berat, maupun bahan. Tidak hanya mainan saja, tetapi juga berbagai benda yang digunakan sehari-hari. Katakannama benda tersebut. Selain itu, perdengarkan berbagai jenis music dan suara. Anak Anda akan terus mempelajari segala sesuatu yang ada sekelilingannya mengenai persamaan dan perbedaan disekelilingnya. Stimulasi yang dirasakan oleh tiap-tiap anak berbeda, jika anak Anda kelihatan “overstimulated” atau bosan ajaklah dia melakukan kegiatan lain atau pindah ketempat lain.
  2. Beri kesempatan anak Anda untuk berjalan tanpa alas kaki diatas bahan yang berbeda-beda seperti diatas rumput dengan embun paginya, diatas tanah, atau pasir. Hal ini memberikan stimulasi pada indera sentuhannya. Dengan semaanpa terlalu kin banyak hal berbeda yang dirasakannya, jaringan otaknya akan terbentuk semakin banyak dan kuat.

KOORDINASI GERAKAN

  1. Ajak anak Anda berjalan-jalan tanpa terlalu banyak membicarakan hal-hal yang ada disekeliling sesering mungkin. Berikan mainan yang dapat didorong atau ditarik, ajak ketempat bermain dimana anak Anda dapat memanjat atau merangkak. Mintalah anak Anda untuk mengambil mainan diruangan lainnya. Pada saat anak Anda sudah mulai bisa berjalan, kegiatan berjalan merupakan permainan yang paling menarik baginya. Berjalan merupakan langkah awal anak Anda untuk mempelajari gerakan lain yang jauh lebih rumit yang akan didapatnya selama tahun kedua kehidupannya.

BAHASA

  1. Bicaralah kepada anakAnda dengan bertatap muka pada ketinggian posisi mata yang sama ; Ucapkan kegiatan yang sedang dilakukan oleh anak Anda maupun Anda sendiri

    Jelaskan hal-hal yang dilihat dan didengar oleh anak Anda disetiap kesempatan.

    Tunjukkan rasa senang dan dengan sabar mencoba untuk mengerti apa yang sedang diucapkan oleh anak Anda. Pada awalnya memang tidak mudak berbicara dengannya, tetapi jangan mengatakan tidak tahu terhadap apa yang sedang dikatakan anak Anda.
    Ajarkan anak Anda bicara dengan cara menyebutkan nama benda, misalnya “apel”. Kemudian mintalah ia untuk mengucapkan “apel” juga. Jangan memintanya untuk meneruskan ucapan Anda, seperti “a……..”, lalu anak Anda meneruskan “…pel”. Berbicara adalah bentuk stimulasi yang sangat penting karena bisa merangsang bagian-bagian otak yang mengendalikan pendengaran, bahasa, dan sosial/emosi secara bersama-sama. Dengan berbicara, Anda tidak saja membantu kemampuan berkomunikasi dan berpikir anak Anda, tetapi juga kemampuan untuk mengenali dirinya sendiri. Selain suara yang dikeluarkan oleh anak Anda, hal terpenting dalam proses kemampuan bahasa adalah bahasa ekpresi dari anak Anda. Anak Anda mungkin belum bisa berbicara banyak sebagaimana anak usia sebayanya (dan hal ini membuat Anda sangat khawatir). Namun, yang terpenting adalah memperhatikan kemampuan non verbal anak Anda, apakah anak Anda mengerti apa yang Anda bicarakan atau tidak. Pada usia ini adalah suatu hal yang normal jika anak Anda lebih bisa mengerti apa yang disampaikan orang lain daripada kemampuannya untuk mengucapkan.